Rabu, 27 April 2011

CuiL 4

Terlalu sering sendiri ditinggalkan
Aku hanya ingin kau tahu
Aku tak mengapa
Tapi ukiran sendiri darimu membuat arti tersendiri untukku
Terimakasih pernah singgah di hariku
Di hatiku………..

Perasaan ini tak akan berlalu begitu saja
Tak akan pergi meski telah pamit
Tetap berdiri diambang hati menunggu seseorang
Menggenggam tangannya dan tersenyum padanya

Ketika tak seorang pun peduli padanya
Perasaaan sakit tak membuatnya menangis lagi
Karna terlalu sering ditinggal
Ia tetap disitu tersenyum pucat………

CuiL 3

di kedamaian yang memancarkan anggunnya
masih terlihat samar-samar puing suka
puing luka...........
masih terselip kisah itu
disitu terkubur dalam cipta,

benar-benar ingin melepaskan
tapi semakin benar-benar ingin memiliki labih lama lagi
lagi.....
dan lagi,,,,,,

pernah terfikir untuk pergi saja
tapi kaki ini malah menolak perintah hati
kaku
kelu...........

tak ada pertanyaan lagi untuk dijawab
karena aku tak mau tau lagi jawaban apa yang kau beri
karena aku tau
apa yang kau tidak tau
bahwa aku sepertinya menunggumu disini................
^_^

Rabu, 06 April 2011

cuil 2 (Rakit Sakit)

Bila ini memang jalan yang tertulis untukku
Mengapa belum ku temukan secercah pun cahaya dalam gelap malam
Mendung yang tak berakir
Hujan yang tak pernah surut
Mengubur semua harapan yang ku rangkai dengan tertatih sakit

Nafas sudah mencekik hati dan tenggorokan
Mendesak penuh tekanan
Siap meledakkan darah mati
Tapi mulut tetap bungkam sampai tanah menanyakan perasaanku
Dan hanya air mata jawabannya
Tak mampu lagi untuk bercerita
Tak mampu lagi untuk berbagi\
Jiwaku telah bisu

Maka
Maaf jika ku yang sekarang
Kasar, bengis, kejam
Karna sadar atau tidak
Aku tak pernah lelap memikirkan itu semua
Dalam pikiranku,
Dalam ragaku yang ada hanya jiwa-jiwa yang terluka…

CuiL 1

Tak perlu mengiba untuk hati yang mati
Karna yang ada hanya sunyi, sepi
Karna tak ada benang kehidupan yang perlu disulam
Karna…………….
Cuma menunggu mati yang berlari

Kemana pergi selalu merangkai cerita usang yang terus diulang-ulang
Semakin membuat harapan pergi
Dan kematian bahagia

Sekarang dan nanti akankah ku terus menunggu mati
Yang seakan di tenggorokanku
menarik rohku yang menisik cahaya di hatiku yang ternyata percuma
Karna semua redup sebelum benar-benar menjadi sinar  untukku,,

Biarlah ku tempuh jalanku di pojok sepi
Berjalan di kuburan harapan
Dan dengan tatapan mati
Aku tak berharap sedikit pun lagi sinar dari arah manapun
Karna sudah mustahil

Tuhan …………..
Salahkan yang ku katakan  ini
Bukan ku berputus asa akan hidup
Bukan ku tidak mensyukuri
Bukan ku tak percaya kepada_MU
Karna dalam hati ku masih ada MU
Maka aku masih berjalan

Rabb betapa aku mengiginkan bertemu dengan-Mu
Sampaikan salamku pada Habibi-MU
Ku merindukannya…
Andai ia ada di ababku sekarang pasti aku berada dalam sinarnya
Hingga tak perlu aku berjalan mencari cahaya

Rabb ku
Dalam air mata ku selalu berdo’a
Iznkan ku tersenyum dalam hidupku
Walau hanya sekali saja
Hanya pada-Mu aku meminta
Hanya pada-Mu aku mengiba
Hanya pada-Mu aku mengadu
Dan hanya Engkau yang bisa membuat itu jadi nyata
Aku hanya hamba-Mu peminta-minta
Aku hanya hamba-Mu yang lemah
Aku hanya hamba-Mu masih sering berbuat dosa
Jika Engkau percaya aku dapat menyelesaikan semua ini
Beri aku petunjuk
Luluhkan hati orang-orang yang bermusuhan
Tumbuhkan kasih sayang di antara mereka

Rabb ku…
Engkau tahu ini semua tak mudah bagiku
Meski begitu aku bertahan karna tak ingin mungkar dari-Mu
Tak ingin lari dari takdir-Mu
Karna ku mencintai-Mu
Walau harus 100 tahun lagi tetap begini
Aku rela untuk-Mu
Karna ku percaya suatu saat pasti Kau singgahkan seulas senyum untukku
Senyuman untuk damai jiwaku selamanya….