ketika kumulai bercerita, terbata-bata menjinjit senyum, aku dengan luka yg sudah biasa, dengan air mata yg kering, meski bertalu-talu hujat ku tersenyum sembunyikan lara, sembunyikan luka meski biasa tetap saja ciptakan ruang baru yg hitam tinggalkan bahagia, aku dengan jiwa yg telah kaku, permukaan yg riang dengan sukma yg keruh selalu tutup kenyataan tak ingin yg lain tau
HATI INI BATU
setia yang melekat masih ragu
tak ingin terkhianati lagi
terulang lagi
hingga jadikan aku BISU...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar