Senin, 05 Desember 2011

Macam-macam produk sederhana

PROSES PEMBUATAN SABUN
Sebelum tahun 1950-an, sabun dibuat melalui proses saponifikasi. Sabun dibuat di dalam ketel yang besar dimana lemak, minyak dan kaustik soda dicampur dan dipanaskan. Setelah pendinginan, garam ditambahkan ke dalam campuran membentuk dua lapisan, sabun dan air. Sabun kemudian dipompa dari lapisan atas ke dalam tangki tertutup dimana builders, bahan pewangi, dan bahan lainnya ditambahkan. Selanjutnya sabun dibentuk menjadi batangan atau di spray-dried untuk dijadikan bubuk.


Gambar 1. Proses continue pembutan sabun dan asam lemak
Saat ini produksi sabun secara modern dilakukan dengan hidrolisis langsung lemak dengan air pada suhu tinggi (diperlihatkan pada gambar 1). Proses termasuk splitting (atau hidrolisis) dimana asam lemak dinetralisasi menjadi sabun.
Proses saponifikasi trigliserida dengan alkalis merupakan suatu proses substitusi bimolecular nucleophilic (SN2). Laju reaksi tergantung pada suhu dan pengadukan. Saponifikasi trigliserida dengan alkali, kedua reaktan immisible. Pembentukan sabunsebagai produk dari efek emulsifikasi dari kedua reaktan immisible tersebut.
Trigliserida + 3 NaOH   3 RCOONa + Gliserin

Di dalam diagram alir yang ditunjukkan pada Gambar 1, terdapat komponen penting yaitu hidrolyzer dimana lemak dan katalis dimasukan setelah pencampuran dan preheating di dalam tangki pencampur (blend tank). Pada saat yang sama air panas (deaerateddemineralized) diumpankan melalui puncak hydrolizer. Asam lemak dikeluarkan dari puncak spliter dan gliserin dipisahkan dari bagian bawah hydrolizer. Asam lemak dikirim ke flash tank dimana air dipisahkan atau flused off.

Asam lemak diaerasi dan didistilasi di dalam high-vacuum still. Proses deaerasi dilakukan untuk mencegah perubahan warna (darkening) akibat proses oksidasi selama proses dilakukan. Asam lemak panas yang diambil dari bagian bawah menara distilasi selanjutya didinginkan pada suhu ruang melalui kondenser sebelum dinetralisasi dengan kaustik soda 50% pada tangki netralizer dengan pengadukan kecepatan tinggi menjadi garam sodium dan sabun.


Sabun murni (60 sampai 63% dari bahan asam lemak) dikeluarkan dan dialirkan ke dalam tangki pengaduk putaran rendah untuk mencapai netralisasi sempurna. Pada tahap ini sabun diambil untuk dijadikan sabun konvensional (batangan, atau bubuk) atau dilanjutkan proses pada high-pressure stream exchanger. Sabun yang panas dikirim ke flush tank untuk proses partial drying. Sabun yang dihasilkan berbentuk pasta kemudian didinginkan dari suhu 105 oC menjadi 65oC. Kelebihan dari pembutan sabun melalui proses ini adalah warna sabun yang lebih baik, recoveri gliserin yang lebih baik, dan kebutuhan ruang dan pekerja yang lebih sedikit.
Yang ditinjau disini proses distilasi receiver:
Proses distilasi penerima disini berhubungan dengan hasil dari kondensor yang diumpankan ke kolom distilasi dan didalam kolom distilasi dilakukan pemisahan yang bottomnya berupa asam lemak dan sisanya dialirkan ke mixing neutralizer.

PROSES PEMBUATAN PETROLEUM

Petroleum (juga disebut minyak mentah, crude oil) dalam bentuk tidak dimurnikan (unrefined) atau dalam bentuk mentah tidak dapat digunakan langsung, sehingga disebut sebagai industri komoditas. Hidrogen dan karbon merupakan elemen dasar minyak mentah yang berkombinasi menjadi bermacam-macam jenis senyawa, dan nilai ekonomi dari komponen ini bervariasi sesuai dengan kualitas masing-masing senyawa tersebut. Berdasarkan titik didihnya minyak mentah dibagi ke dalam beberapa kategori seperti pada tabel dibawah ini dan proses pengilangannya.

Tabel 13. Minyak Mentah adalah campuran senyawa-senyawa yang dapat
    dipisahkan berdasarkan fraksi titik didihnya

Gas dan gasoline (bensin) diambil dari produk dengan titik didih lebih rendah dan biasanya bernilai lebih dibandingkan dengan fraksi dengan titik didih lebih tinggi. Bahan ini sebagai penyedia gas (LPG), naphtha, bahan bakar pesawat, BBM, dan feedstock untuk industri petrokimia. Untuk menkonversi minyak mentah menjadi poduk yang diinginkan secara umum dibagi ke dalam tiga tahapan proses:
1) proses pemisahan, yang dilakukan melalui distilasi
2) proses konversi, melibatkan proses catalytic cracking
3) prose finishing, proses hydrotreating untuk memisahkan sulfur

Sebelum proses proses pemisahan minyak menjadi produk yang diinginkan, diperlukan pembersihan awal dari sumber minyak mentah, termasuk di sini penghilangan kandungan garam (desalting) dan air (dewatering) yang berasal dari sumur pengeboran.


Gambar 2 Skematik Umum Pengilangan Minyak Mentah


Yang ingin ditinjau dari pembuatan petroleum adalah Distilasi:
Tahapan pertama dan proses paling menentukan di dalam pemurnian minyak (setelah proses perlakuan awal) adalah distilasi, sehingga disebut sebagai primary refining process. Distilasi mencakup pemisahan berbagai fraksi hidrokarbon. Di dalam proses distilasi atmosfir (Gambar 3), minyak mentah yang telah dipanaskan dipisahkan di dalam kolom distilasi (menara distilasi) ke dalam aliran-aliran yang kemudian dimurnikan menjadi produk yang siap dipasarkan. Komponen yang lebih ringan (titik didih rendah) dipisahkan pada lokasi kolom lebih atas, sedangkan komponen berat (titik didih tinggi) diambil pada lokasi kolom lebih bawah. Fraksinasi ini dikenal sebagai straight run fractions, yang terdiri dari (menara atmosfir) adalah gas, gasolin, dan naptha sampai pada minyak tanah, gas oil, dan diesel ringan, dan (menara vakum) dengan produk minyak pelumas dan residu.
Umpan distilasi sebelumnya dipasankan melalui pipa-pipa di dalam furnace yang besar. Unit pemanas dikenal sebagai pipe still heater atau pipe still furnace. Fungsi unit ini untuk mengubah minyak mentah menjadi bentuk uap. Bagian yang tidak teruapkan berupa fraksi berat diambil melalui bottom product pada unit distilasi, sehingga hanya pemisahan gas oil, kerosen, dan naphta yang dilakukan sepanjang kolom distilasi. Residu kemudian dipanaskan dan diumpan ke dalam distilasi vacum pada tekanan 10 mmHg dimana produk yang dihasilka berupa vacuum gas oil, heavy vacuum ga oil, dan vacuum residu. Produk overhead (gas oil) diperoleh pada suhu 150oC, minyak pelumas pada 250-350oC, dan residu pada suhu 350oC (sama dengan suhu umpan).
Gambar 3 Unit distilasi atmosfir


Perbedaan proses distilasi pada proses pembuatan sabun dan proses pembuatan petroleum:
Distilasi yang digunakan pada proses pembuatan sabun lebih kecil beban kerjanya dari pada kolom distilasi pada proses pembuatan petroleum karena distilasipada proses pembuatan sabun kerja kolom distilasi hanya memisahkan campuran hasil kondensor, sedangkan pada proses pembuatan petroleum harus dilakukan pada tekanan atmosfir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar